Sekitar sepertiga dari bayi yang sehat terlihat kuning pada kulitnya, biasanya antara hari kedua dan kelima setelah lahir. Hal ini terjadi karena bayi baru lahir memiliki sel darah merah (eritrosit) yang berlebih sehingga saat sel darah merah ini pecah dan mengeluarkan bilirubin, hati bayi yang belum sempurna belum bisa memproses bilirubin tersebut. Bilirubin yang berlebih ini yang menyebabkan kulit bayi menjadi terlihat kuning. Sebagian besar kuning (jaundice, ikterik) pada bayi bersifat sementara dan tidak berbahaya. Pada sedikit kasus yang berat, dapat menyebabkan kerusakan sistem saraf jika tidak ditangani dengan tepat.
Tes sederhana untuk mengetahui kuning atau tidaknya bayi anda adalah dengan menekan dengan lembut kulit di hidung, dahi atau paha bayi. Jika kulit di bawah jari anda menjadi kuning, maka sangat mungkin bayi anda mengalami kondisi yang disebut ikterus neonatorum atau neonatal jaundice. Dokter akan menganjurkan untuk memeriksa kadar bilirubin bayi anda dengan mengambil sampel darah (biasanya darah dari tumit atau pembuluh darah di lipatan tangan). Selanjutnya, nilai bilirubin tersebut kita bandingkan dengan tabel untuk menentukan tindakan selanjutnya. Tindakan tersebut bergantung dari usia bayi, usia kehamilan, kondisi bayi dan kadar bilirubin. Sebenarnya sebagian besar kuning pada bayi akan hilang sendiri, karena kelebihan bilirubin akan dikeluarkan oleh tubuh.
Karena bilirubin dikeluarkan melalui tinja, maka dokter akan menganjurkan ibu untuk menyusui bayinya lebih sering, karena ASI adalah pencahar alamiah yang membuat bayi sering buang air besar. Jika ibu tidak memberikan ASI, maka berikanlah susu formula lebih sering. Jangan berikan air putih karena tidak akan menyebabkan bayi buang air besar lebih sering.
Jika kadar bilirubin bayi cukup tinggi, dokter anak anda akan menganjurkan fototerapi yang biasanya dilakukan di rumah sakit selama beberapa hari. Dengan menutup bagian matanya, bayi diletakkan di bawah sinar khusus yang memecah bilirubin berlebih menjadi bentuk yang dapat dikeluarkan melalui tinja dan air seni bayi. Kuning pada bayi biasanya hilang pada usia 7 sampai 10 hari.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment